Cara Buka Kunci Iphone Nemu

  • Share
Iphone2Bterkunci22B252812529 Jpg
Iphone2Bterkunci22B252812529 Jpg

Spesifikasi teknis lengkap untuk Cara Buka Kunci Iphone Nemu, termasuk kecepatan prosesor, ruang hard drive, memori, dan lainnya. Harga Cara Buka Kunci Iphone Nemu terbaru 2021 kira-kira berapa ya? Temukan daftar harga Cara Buka Kunci Iphone Nemu disini. Bandingkan dan dapatkan harga terbaik Cara Buka Kunci Iphone Nemu sebelum belanja online. Periksa promo,review, spesifikasi, dan warna. Sebelum menilik daftar harga Cara Buka Kunci Iphone Nemu terbaru, simak kabar terbaru sistem operasi beserta kelebihannya berikut ini.

Cara Membobol iPhone Temuan 1 - Cara1
Cara Membobol iPhone Temuan 1 – Cara1 | Cara Buka Kunci Iphone Nemu

Cara Buka Kunci Iphone Nemu

Gempuran smartphone di Indonesia memang telah tak tertahan lagi. Banyak brand baru berlahiran yang berasal dari Tiongkok. Bahkan smartphone itu siap berlomba dengan merek-merek ternama yang telah ada di Indonesia lebih dulu.

Salah satunya ialah Vivo yang adalah merek asal Tiongkok dan muncul di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Perlu diketahui bahwa brand ini sendiri di negara asalnya menempati pada peringkat 5 besar, yang tergolong dalam jajaran merek sangat laris. Kami pun berpeluang untuk menyantap smartphone dari brand ini, salah satunya ialah Vivo Y55.

Spesifikasi Vivo Y55:

Smartphone ini menyasar ruang belajar entry level – mainstream namun dibungkus dengan bodi metal dengan desain yang paling menggoda. Nah sebelum kita kupas lebih lanjut. Kita cari tahu bareng-bareng paket penjualan dari Vivo Y55 ini.

Paket penjualan Vivo Y55:

Dari susunan di atas saya dan anda bisa melihat bahwa paket penjualan yang disediakan oleh Vivo nampaknya paling lengkap. Mereka menyertakan suatu jelly case sampai-sampai nantinya anda tak butuh bersusah payah menggali atau melakukan pembelian case ekstra untuk smartphone ini. Selain tersebut juga ada headset yang menurut keterangan dari kami telah jarang ditemukan pada paket penjualan smartphone ketika ini.

Desain

Bicara soal desain, ketika kesatu kali menyaksikan Vivo Y55 terbit dari kardus kami terkesan dengan bentuknya yang premium. Meski terlihat nyaris sama dengan sejumlah kebanyakan smartphone yang beredar di pasaran, kami merasa terdapat aura bertolak belakang saat menggenggam Vivo Y55 ini.

Nampak depan tidak bakal menjumpai tombol jasmani apapun, sebab Vivo mendesain Y55 memakai tombol kapasitif guna navigasinya. Mengusung luas layar 5,2 inci pun menciptakan smartphone ini tidak begitu susah untuk mencapai seluruh sudut dengan satu tangan, terutama untuk yang mempunyai ukuran tangan sedang. Layarnya pun telah 2.5D curved screen sampai-sampai tampak melengkung pada unsur tepiannya.

Ketebalannya pun tipis yakni melulu 7,5mm saja, nyaris sepadan dengan perlengkapan flagship sejumlah smartphone ternama laksana Apple iPhone 7, bahkan lebih tipis dari perlengkapan flagship Samsung Galaxy S7 Edge. Tata letak tombolnya pun memudahkan dalam pemakaian sehari-hari, yang saling berderet antara tombol power dan pengatur volume.

Di unsur belakang terdapat suatu kamera 8 megapiksel dan logo Vivo yang dibungkus dengan warna krom. Lalu di atas dan bawah terdapat suatu garis lurus, yang adalah lajur antena dari perlengkapan Y55. Bahan yang dipakai pada smartphone ini berbahan metal pada semua permukaan unsur belakang dan sisinya alias frame.

Mengusung konsep unibodi, baterai pada Vivo Y55 ini tidak bisa dilepas. Bagi memasang kartu SIM dan memori, dapat melewati sisi kiri dan sisi atas. Menggunakan SIM ejector, Vivo Y55 ini menyokong pemakaian dua kartu SIM sekaligus. Ingin memakai kartu kenangan tambahan? Tenang saja, anda tidak perlu merelakan slot SIM ke-2 sebab pada smartphone ini tidak mengangkat desain hibrid. Bagi memasangkan kartu kenangan tambahan dapat melalui pada unsur sisi atas, dekat dengan jack headset 3.5mm.

Saat digenggam Vivo Y55 ini tidak terasa licin. Bahkan kami paling nyaman menggunakannya berlama-lama. Namun yang menurut keterangan dari kami butuh diperhatikan ialah pada unsur lis berwarna krom, yang terletak antara layar dan cover unsur belakang. Karena seringkali warna-warna tersebut gampang sekali terkelupas.

Layar

Vivo Y55 ini laksana yang telah kami katakan di atas, memakai layar seluas 5,2 inci. Resolusinya tidak terlampau tinggi, yaitu HD 1280×720 piksel. Kami masih merasa lumrah dengan resolusi tersebut sebab masih dapat menghasilkan warna yang lumayan tajam. Layar yang dicantumkan pun telah 2.5D alias melengkung pada unsur tepi.

Bicara soal jarak layar dengan tepiannya dapat dikatakan menyisakan lumayan ruang selama 2-3mm. Berdasarkan keterangan dari kami tidak tebal, namun pun tidak tipis juga. Yang jelas tidak menghilangkan kesan anggun pada perlengkapan ini.

Yang unik adalah, pada ketika membuka dus kesatu kali, perlengkapan Vivo Y55 ini telah dilapisi dengan anti gores. Berdasarkan keterangan dari pantauan kami layar dari perlengkapan ini belum dilapisi apapun, sampai-sampai Vivo menyertakan suatu anti gores yang telah terpasang. Jadi menurut keterangan dari kami telah aman untuk pemakaian normal.

Digunakan di bawah terik sinar matahari langsung bukan masalah untuk perlengkapan ini, sebab dapat menyesuaikan situasi cahaya yang diciduk smartphone ini. Tidak melulu di luar ruangan saja, layarnya pun bisa menyesuaikan dimana pemakai berada.

Antarmuka

Membahas sektor antarmuka Vivo Y55 ini paling menarik, sebab Vivo memakai desain produksi mereka sendiri dengan sebutan Funtouch OS. Basis Android yang dipakai pun lumayan baru, yaitu 6.0 Marshmallow. Berdasarkan keterangan dari kami, antarmuka yang diangkat oleh perlengkapan Vivo ini sangat unik karena bertolak belakang dengan antarmuka pada umumnya.

Sebenarnya tampilannya simpel, melulu saja ketika kesatu kali menyaksikan kami merasa terdapat sesuatu yang berbeda. Saat berkeinginan mengakses Quick Settings, seringkali dengan cara menyeret layar dari atas ke bawah. Namun tidak pada Funtouch OS, sebab untuk mengakses Quick Settings dengan teknik menyeret atau menyapu layar dari segi bawah ke atas. Setelah tersebut akan muncul software yang sedang dipakai (recent apps), serta penataan dari Quick Settings.

Cara ini pun dapat dikatakan nyaris serupa dengan perlengkapan iPhone yang tidak jauh berbeda. Tidak melulu dengan teknik itu saja, guna mengakses Quick Settings atau dinamakan Control Center ini dapat juga melalui teknik menekan dan menyangga tombol kapasitif menu pilihan paling pojok kiri sejumlah detik.

Beberapa software bawaan pun mengalami tidak banyak perombakan, laksana pada software Dialer, Perpesanan, dan tampilan pada menu penataan juga dibongkar sedemikian rupa. Yang tak ketinggalan jelas ada penataan tema dan dapat didownload secara gratis, yang lumayan beragam.

Soal tampilan untuk Anda yang gampang bosan dapat menggantinya melalui software i Theme yang menyediakan sekian banyak macam tema guna Vivo Y55 ini, Tidak melulu tema, kita pun dapat mengubah tampilan dari papan ketik yang tidak jarang digunakan, sampai-sampai tidak monoton itu-itu saja, bahkan pun dapat menata besarnya papan ketik tersebut.

Fitur

Smart Multi-screen

Ada sejumlah fitur unik yang disuguhkan Vivo pada perlengkapan smartphone Y55. Salah satu diantaranya ialah Smart Multi-screen, yang mana fitur ini bisa menjalankan dua software sekaligus. Seperti pada smartphone kebanyakan, fitur ini memungkinkan kita guna menjalankan dua software sekaligus. Hanya saja pada Vivo Y55 ini terbatas sebab fitur ini bakal aktif bila anda sedang menyaksikan video melalui software galeri atau YouTube. Bila terdapat pesan masuk dari software Facebook, Perpesanan atau WhatsApp, maka nanti akan hadir sebuah icon di sisi kanan ketika kita sedang menyaksikan video. Jadi fitur ini tidak seluas smartphone beda yang bisa menjalankan dua software sekaligus secara bebas.

Smart Eye Protecion

Vivo pun memperhatikan kesehatan semua pemakai smartphone mereka. Maka dari tersebut pada varian Y55 ini terdapat suatu fitur mempunyai nama Smart Eye Protecion. Seperti namanya, fitur ini mengayomi mata sang pemakai supaya tidak gampang lelah dan kering. Cara kerja fitur ini yaitu dengan mengurangi cahaya biru yang terpancar dari layar smartphone, pun merubah warna tampilan layar tidak banyak kuning kecoklatan.

Smart click

Lalu terdapat fitur Smart click yang adalah tombol pintas guna mengakses aplikasi, dengan menyangga tombol volume (-) ketika layar sedang posisi mati dan terkunci.. Seperti contohnya ialah menyalakan senter, atau membuka media sosial laksana Facebook dan WhatsApp. Bahkan pun dapat dipakai sebagai pintas membuka software lainnya, cocok dengan kemauan pemakai. Sayangnya melulu satu software saja yang bisa didaftarkan.

One-handed

Merasa jari-jari kita sulit mencapai semua sudut dari layar Vivo Y55 ini? Tenang saja sebab ada fitur One-handed, yang merubah tampilan layar lebih kecil. Bagi mengaksesnya lumayan usap layar dengan gerakan ke kiri dan ke arah bawah kanan. Yang uniknya lagi merupakan, ukuran dari layar ketika berada pada mode One-handed ini dapat ditata ukuran layarnya dan tata letaknya.

Super screenshot

Vivo pun membekali smartphone Y55 dengan fitur tumpuan bernama Super screenshot. Tak asing sebab fitur ini serupa dengan pemungutan gambar pada layar smartphone pada umumnya. Hanya saja Vivo mengembangkannya dengan sejumlah opsi, seperti sokongan pengambilan tangkapan layar yang memanjang, menyusun sebuah pola dan pun merekam tampilan layar smartphone.

Smart motion

Tak ketinggalan terdapat fitur deteksi gerakan gestur yang pun seperti pada smartphone banyak sekali saat ini dengan nama Smart motion. Seperti tap atau ketuk layar dua kali secara cepat guna membuka kuncian layarnya, atau menyusun huruf M guna membuka software pemutar lagu bahkan guna mengakses software kamera.

Sayangnya Vivo Y55 ini belum ada sensor pemindai sidik jari. Padahal dengan kisaran harga yang sama sudah tidak sedikit kompetitor yang menyertakan sensor pemindai sidik jari pada smartphone buatannya.

Kamera

Membahas soal kamera, ialah salah satu sektor yang diunggulkan oleh Vivo Y55 ini. Berbekal dengan sensor kamera belakang 8 megapiksel dan kamera utama 5 megapiksel, kami rasa smartphone ini sudah lumayan untuk menunjang kegiatan fotografi.

Tampilan software kamera bawaan Vivo Y55 tidak bertolak belakang jauh dengan software dari bawaan Google stock. Hanya saja Vivo tidak banyak mendesain supaya serupa dengan tampilan antarmuka Funtouch OS. Ada sejumlah mode yang disediakan laksana mode Night, Professional, Panorama, PPT, Fast, HDR, Ultra HD dan Slow.

Yang unik saat memakai mode Professional merupakan, tidak sedikit sekali penataan yang disuguhkan, bahkan termasuk lengkap. Ada penataan eksposure, ISO, kecepatan, whte balance, bahkan menata jarak fokus. Perlui diketahui, hanya sejumlah smartphone ruang belajar menengah yang menawarkan fitur kamera dengan pengaturan konsentrasi secara manual.

Kamera depan sekarang pun menjadi bahan pertimbangan semua konsumen dalam melakukan pembelian smartphone, yang sering dipakai untuk selfie atau groufie. Dalam posisi tidak cukup cahaya juga kamera depannya masih dapat diandalkan berkat adanya fitur Screen Flash. Fitur ini serupa seperti lampu kilat yang ada pada kamera belakang, melulu saja memakai layar sebagai sumber cahaya tambahan supaya foto selfie terlihat lebih terang. Menariknya lagi cahaya yang terpancar dari layar smartphone ini bisa menyesuaikan situasi ruangan.

Untuk hasil kameranya,kami lumayan puas sebab baik pada siang atau malam hari performanya. Bahkan pada posisi di dalam ruangan noise yang terlihat tidak terlampau banyak. Detailnya pun termasuk lumayan untuk suatu smartphone dengan rentang harga 2 jutaan. Hanya saja terkadang hasil fotonya nampak laksana membayang. Sedangkan pada kamera depannya, fitur screen flash sukses menjadikan potret selfie lebih cerah, walau di dalam situasi ruangan yang tidak cukup cahaya.

Landmark Kota Semarang dipungut dengan kamera dari smartphone Vivo Y55 #btekno #beritateknologi #berita #teknologi #review #ulasan #ulas #vivo #y55 #vivoy55 #kameravivo #kameravivoy55 #hasilfotovivoy55 #kamera #foto #fotografi #android #androidphotography #androidography #photography

A post shared by Media (@berita.teknologi) on Nov 4, 2016 at 12:12am PDT

Matahari di kala senja diciduk menggunaakn kamera dari smartphone Vivo Y55 #btekno #beritateknologi #berita #teknologi #review #ulasan #ulas #vivo #y55 #vivoy55 #kameravivo #kameravivoy55 #hasilfotovivoy55 #kamera #foto #fotografi #android #androidphotography #androidography #photography

A post shared by Media (@berita.teknologi) on Nov 4, 2016 at 12:16am PDT

Hasil potret wefie dari kamera Vivo Y55 #btekno #beritateknologi #berita #teknologi #review #ulasan #ulas #vivo #y55 #vivoy55 #kameravivo #kameravivoy55 #hasilfotovivoy55 #kamera #foto #fotografi #android #androidphotography #androidography #photography

A post shared by Media (@berita.teknologi) on Nov 4, 2016 at 12:10am PDT

Hasil potret outdoor dari kamera Vivo Y55 #btekno #beritateknologi #berita #teknologi #review #ulasan #ulas #vivo #y55 #vivoy55 #kameravivo #kameravivoy55 #hasilfotovivoy55 #kamera #foto #fotografi #android #androidphotography #androidography #photography

A post shared by Media (@berita.teknologi) on Nov 4, 2016 at 12:07am PDT

Hasil potret makro dari kamera Vivo Y55 #btekno #beritateknologi #berita #teknologi #review #ulasan #ulas #vivo #y55 #vivoy55 #kameravivo #kameravivoy55 #hasilfotovivoy55 #kamera #foto #fotografi #android #androidphotography #androidography #photography

A post shared by Media (@berita.teknologi) on Nov 4, 2016 at 12:11am PDT

Multimedia dan Performa

Tata letak speaker dari Vivo Y55 ini laksana yang telah kami sampaikan di awal, yaitu berada pada unsur bawah. Untuk menyaksikan video dan memainkan lagu kami merasa suaranya lumayan memuaskan, tidak terlampau keras volumenya walau sudah dalam posisi maksimal. Hanya saja letaknya ini terkadang tertutup dengan jari, khususnya saat dipakai untuk bermain game pada posisi mendatar atau landscape.

Chipset yang dipakai oleh Vivo Y55 ialah Qualcomm Snapdragon 430, yang adalah chipset teranyar untuk jajaran entry level dari Qualcomm. Lalu RAM terdapat ukuran 2GB yang disandingkan dengan kenangan internal berkapasitas 16GB. Tentunya masih bisa menambahkan kartu kenangan micro SD, dengan memasukkannya melewati slot unsur atas, dekat dengan jack audio 3,5mm. Oh ya, guna sisa RAM pemakaian Funtouch OS dengan beberapa software yang sudah terpasang selama 900MB.

Bicara performa dari Vivo Y55 ini tidak mengecewakan sebab dibekali dengan komponen yang memadahi, untuk kegiatan sehari-hari. Dengan ukuran RAM 2GB juga smartphone ini masih bisa membuka sejumlah aplikasi, bahkan kami mengupayakan menjalankan sejumlah game sekaligus dan software secara bergantian tanpa menutup setiap game.

Untuk bermain game dengan kualitas HD, Vivo Y55 ini berlangsung dengan lancar. Kami mengupayakan tiga game HD yang lumayan berat, yaitu Apshalt 8: Airborne, Vainglory dan Walking Dead dan ketiganya berlangsung dengan mulus tanpa lagging.

 

Tak tak sempat kami pun menyertakan pengujian sintetis menggunakan software seperti 3DMark, AnTuTu, GeekBench 4 dan Sensor Box. Pada software pengujian AnTuTu Vivo Y55 menorehkan angka sampai sekitar 45 ribu poin. Lalu pada software pengujian GeekBench, kami mendapati skor sebesar 616 poin guna single core dan 1.805 poin guna multi core.

Dari pengujian di atas, terbukti smartphone ini dilengkapi dengan sensor yang lengkap, laksana adanya sensor gyroscope yang sekarang tidak sedikit dimanfaatkan guna menjalankan program atau game virtual reality, serta ada pun sensor magnetik. Yang absen melulu sensor pembaca suhu dan tekanan.

Baterai

Urusan baterai, VIvo Y55 ini dibekali dengan kapasitas sebesar 2650mAh. Ukuran ini pun termasuk standar, untuk smartphone mainstream sekarang. Digunakan guna beraktifitas keseharian masih mumpuni, bisa bertahan selama 7 jam pemakaian aktif dari posisi baterai 100%.

Kami merasa wajar sebab kapasitas baterai yang diusungnya juga tidaklah besar. Oh ya, baterai yang terpasang pada smartphone ini tidak bisa dilepas sebab bagian belakangnya mengadopsi desain unibody.

Sayangnya ialah chipset ini masih belum menyokong pemakaian fitur pengisian cepat dari Qualcomm, Quick Charge. Selain tersebut juga kepala charger bawaan dari Vivo pun mempunyai output 1 Ampere saja. Bagi lama waktunya pengisian baterai dari 0% ke 100% paling tidak memerlukan waktu selama 2 jam 30 menit.

Kesimpulan

Dibanderol dengan harga 2,5 juta Rupiah kami menikmati aura premium dari Vivo Y55 ini. Bentuknya yang sangat anggun dengan ketebalan yang dapat dikatakan tipis, membuatnya paling nyaman digenggam. Meski mengangkat desain unibodi, kami senang sebab smartphone ini tidak mengadopsi jenis slot SIM hybrid yang menjadi satu dengan slot kenangan micro SD.

Hal kesatu yang unik perhatian kami ialah tampilan antarmuka dari Funtouch OS yang berbasiskan Android 6.0 Marshmallow. Jujur saja kami baru kesatu memakai antarmuka dari Vivo ini, dimana yang menciptakan kami senang ialah tampilannya yang sederhana dan tidak tidak sedikit bloatware yang menempel pada Vivo Y55 ini. Akses Quick Settings yang serupa dengan perlengkapan iPhone ini pun menjadi perhatian kami ketika mencobanya. Meski kustomisasinya tidak sebanyak semua kompetitornya, kami paling puas bakal apa yang diangkut oleh Funtouch OS ini.

Kamera yang menjadi pesona utama tidak membuat kecewa hasillnya baik pada unsur depan atau belakang. Hanya saja laksana yang sudah kami katakan, hasilnya terkadang nampak laksana berbayang. Meski tidak dilengkapi dengan lampu kilat utama pada unsur depannya, berkat adanya screen flash selfie dalam ruangan yang tidak cukup cahaya masih bisa dinikmati hasilnya.

Soal performa juga kami puas dengan pemakaian chipset Qualcomm Snapdragon 430. Meski sudah tidak sedikit merek beda yang menawarkan RAM lebih besar, Vivo Y55 yang berbekal RAM 2GB ini masih gesit guna menjalankan sekian banyak aplikasi. Bahkan kami paling senang bakal sensor yang tergolong menyeluruh pada Vivo Y55 ini, laksana ada sensor magnetik dan gyroscope. Yang kami sayangkan ialah absennya sensor pemindai sidik jari, sebab kita tahu smartphone dengan rentang harga yang sama sudah tidak sedikit menawarkan fitur tersebut.

Kelebihan Vivo Y55

Kekurangan Vivo Y55

Kumpulan pertanyaan yang tidak jarang dilontarkan beserta jawabannya:

Q: Sistem operasi yang dipakai Android versi berapa?
A: Android 6.0.1 Marshmallow dengan antarmuka Funtouch OS 2.6

Q: Apakah telah memakai pelindung layar laksana Corning Gorilla Glass atau sejenisnya?
A: Tidak terdapat pelindung layar

Q: Sudah menyokong jaringan 4G LTE di Indonesia?
A: Sudah, operator yang didukung di Indonesia dengan frekuensi 1800MHz atau 2100MHz seperti Indosat Ooredoo, Telkomsel, dan XL Axiata.

Q: Apakah terdapat LED notifikasi pada smartphone ini?
A: Tidak ada

Q: Bisa main game virtual reality (VR)?
A: Bisa, sebab dilengkapi dengan sensor Gyroscope.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *