Adaptor Usb C Macbook Ke Vga Apple

  • Share
HJUZ2 AV1 Jpg
HJUZ2 AV1 Jpg

Spesifikasi teknis lengkap untuk Adaptor Usb C Macbook Ke Vga Apple, termasuk kecepatan prosesor, ruang hard drive, memori, dan lainnya. Harga Adaptor Usb C Macbook Ke Vga Apple terbaru 2021 kira-kira berapa ya? Temukan daftar harga Adaptor Usb C Macbook Ke Vga Apple disini. Bandingkan dan dapatkan harga terbaik Adaptor Usb C Macbook Ke Vga Apple sebelum belanja online. Periksa promo,review, spesifikasi, dan warna. Sebelum menilik daftar harga Adaptor Usb C Macbook Ke Vga Apple terbaru, simak kabar terbaru sistem operasi beserta kelebihannya berikut ini.

Belkin USB-C to VGA Adapter
Belkin USB-C to VGA Adapter | Adapter Usb C Macbook To Vga Apple

Adaptor Usb C Macbook Ke Vga Apple

Amboi tipisnya netbook besutan Dell ini. Jika dijajarkan dengan netbook lain, MSI Wind U100 misalnya, hmm, Dell Inspiron mini 12 ini benar-benar tampak tipis. Ketebalannya memang tidak cukup dari 1 inci, tepatnya 0,9 inci. Padahal, ukuran layarnya—dan pun seluruh badan—sekitar 2 inci lebih lega dikomparasikan Wind U100. Ya, Dell Inspiron mini 12 memamerkan layar 12 inci, yang masih langka diangkat oleh netbook brand lain.

Kendati badannya tipis—serupa Apple MacBook Air—Dell Inspiron mini 12 tidak terasa atau terkesan ringkih. Justru terasa menyenangkan. Enak, baik di tangan maupun dijinjing. Memang ukurannya yang lebih lebar dari rata-rata netbook menyebabkannya tak dapat dengan gampang dimasukkan ke dalam tas tangan.

Namun, ketipisannya dan pun keentengan bobotnya mengakibatkan netbook Dell ini nyaman dibawa-bawa ke mana pun. Tidak licin, sebab permukaan unsur belakang netbook tersebut agak kasar. Untuk mempermudah dibawa, Dell pun membekalkan suatu tas hitam yang lumayan menarik.

Tampang mini 12 juga gagah, dengan cover berwana putih mengilap yang ternyata tidak terlampau rajin mengoleksi jejak sidik jari. Aksen hitam tampil di arah unsur belakang unit yang menonjol, dekat engsel, berdampingan dengan tempat baterai. Hmm, baterai mini 12 ini memang berwarna hitam, kontras dengan casing atasnya yang putih susu. Di unsur yang berwarna hitam pekat, namun tidak mengilap ini muncul sebuah LED mungil yang bakal menyala putih terang andai netbook dikobarkan atau baterainya dipenuhi ulang.

Dari sisi fitur dan kelengkapan, sebetulnya mini 12 tak jauh bertolak belakang dengan netbook merek beda yang pernah kami uji. Seperti layaknya suatu netbook modern, faedah nirkabel 802.11g telah didukung di netbook dengan layar 12 inci ini. RAM misalnya, tetap 1GB, namun sayangnya tidak dapat di-upgrade.

Lalu lagipula yang terdapat pada Dell Inspiron mini 12? Mari anda lihat satu per satu.

LAYAR
Layar 12 inci dengan resolusi 1280 x 800 pixel pasti saja adalah keistimewaan netbook besutan Dell ini. Leganya layar dan resolusi menciptakan pemakaian netbook lebih mengasyikkan saat anda berselancar di dunia maya. Dua halaman web dapat dibuka bersebelahan dan dibaca dengan lumayan nyaman. Namun, huruf-huruf tampak kecil, tidak cukup cocok untuk mereka yang telah mulai merasakan gangguan penglihatan sebab usia yang beranjak tua.

Tampilan di layar tampak paling terang (bahkan terlalu cerah pada setting maksimal), dan sudut pandang horisontalnya lumayan baik. Tampilan tetap dapat dilihat dengan lumayan nyaman dari arah samping. Namun, terdapat baiknya agak mendorong ke belakang layar supaya efek pantulan tidak terlampau terasa.

Di atas layar LCD, laksana biasa, muncul sebuah Webcam 1,3 megapixel.

PANEL KEYBOARD
Dengan jasmani yang lebih lebar dari netbook lain, tidak mengherankan bila keyboard pada mini 12 pun berukuran lebih lega (92 persen keyboard normal). Jarak antartombolnya lebar sehingga menciptakan kita nyaman dan kerasan menari-narikan jari jemari di atasnya.

Dell menyertakan enam tombol Fungsi mandiri—F11, F12, Home, Del, Insert, End—yang ditaruh di sisi kanan atas. Di samping itu, terdapat 10 tombol Fungsi beda (F1 – F10), yang ditandemkan dengan faedah fitur, laksana Bluetooth dan kontras. Tombol Fn sendiri ditempatkan di sisi bawah sangat kiri.

Di bawah panel keyboard tampil segiempat touchpad yang juga lumayan lebar, menyeluruh dengan bidang klik kiri dan kanan. Touchpad ini lumayan responsif. Namun, mungkin sebab ukurannya yang lebar dan tempatnya yang pas di bawah keyboard plus lebarnya palmrest, terdapat kalanya kami menemukan respons yang tidak diharapkan dari touchpad yang agak berserat permukaannya itu. Soalnya kursor dapat mendadak pindah karena touchpad secara tak sengaja bersinggungan dengan pergelangan tangan kami yang kecil. Namun, untuk mereka yang berpergelangan tangan besar, dapat jadi masalah ini tidak terjadi.

Oh ya, bertolak belakang dengan vendor lain, Dell memilih untuk menanam satu speaker di atas panel keyboard secara memanjang. Sayang, kualitas suaranya tidak cukup kuat kendati telah disetel hingga volume maksimal. Namun, guna ukuran suatu netbook yang digunakan secara pribadi, barangkali volume tersebut telah memadai.

Satu lagi yang bertolak belakang di panel ini ialah letak tombol on/off. Bila banyak sekali vendor netbook—dan pun notebook—meletakkannya di sisi kanan atas, tidak demikian dengan Dell. Vendor ini lebih suka memasang tombol on/off-nya yang superkecil tersebut di sisi kiri atas, sebaris dengan panel speaker.

KANAN, KIRI, DEPAN, BELAKANG
Sekarang ayo kita tengok masing-masing sisi netbook. Di sisi kanan tampak—urut mulai dari separuh depan ke belakang—card reader 3-in-1, suatu jack headphone, jack mikropon, satu port USB, dan satu port LAN.

Penempatan port USB yang di arah belakang, menurut keterangan dari kami, lumayan menyenangkan sebab kurang mengganggu ketika netbook dipangku (walaupun ini tidak direkomendasikan karena seringkali bagian netbook memancarkan panas yang lumayan menyengat) dikomparasikan jika sedang di arah depan laksana pada banyak sekali netbook lain.

Di sisi kiri terdapat dua port USB, port VGA-out, dan lubang sekuriti (Kensington lock). Enaknya, dua port USB yang berderetan tersebut berada di tengah-tengah sisi unit, sejajar dengan mula papan keyboard.

Sementara itu, unsur belakang dan depan netbook ini bersih, alias tidak menunjukkan apa-apa.
Di samping penempatan, kelengkapan ini sama serupa dengan kepunyaan rata-rata netbook lain.

Selama kami pakai, malah bagian belakang bawah layar unit yang berdampingan dengan baterai terasa agak panas. Namun, touchpad dan keyboard tidak terlampau terpengaruh, alias tetap nyaman dipakai. Bagian bawah netbook pun melulu sedikit hangat. Bisa jadi lebarnya permukaan netbook plus kombinasi prosesor yang rendah daya sukses memengaruhi penyebaran panas ini.

BEDA PROSESOR
Namun, andai kita tilik dengan lebih teliti, terutama bagian dalam, bakal terlihat sesuatu yang berbeda. Pertama, mini 12 ini tidak memakai prosesor Intel Atom N270 1,6GHz laksana yang lain.

Yang dikemaskan memang Intel Atom dengan clock speed 1,6GHz, namun tipenya beda, yaitu Z530 (Silverthorne). Prosesor ini didesain untuk perlengkapan yang berukuran lebih kecil. Dibandingkan N270, ukuran CPU Silverthorne hampir setengahnya (13 x 14 mm) dan konsumsi dayanya lebih rendah (2 watt vs. 2,5 watt kepunyaan N270).

Prosesor ini agak kedodoran bersanding dengan Microsoft Vista yang dibundelkan oleh Dell. Booting memerlukan waktu 1,5 – 2 detik. Chipset Intel GMA 500 tampaknya kurang sesuai untuk gaming, tergolong yang ringan. Lihat saja skor 3DMark 2003-nya yang melulu 382. Sementara itu, 3Dmark06 tidak berhasil dijalankan.

BUNDEL SOFTWARE
Mini 12 yang kami uji datang dengan suatu harddisk ATA berkapasitas 80GB yang dipartisi menjadi dua. Bagian kesatu (C:) yang berukuran selama 64,7GB mengandung sistem operasi, sementara D: untuk kebutuhan Recovery (9,76GB).

Secara default, Dell membundelkan MS Windows Vista. Pada unit uji yang kami terima, telah terpasang sejumlah software bawaan Windows: Media Player, IE, Calendar, Defender, Live Messenger Download, Mail, Meeting Space, Movie Maker, Photo Gallery, dan Update. Di samping itu, disertakan suatu CD McAfee Security Alert, satu CD Application (untuk instalasi ulang WebCam Central Software), dan satu CD Driver and Utilities (untuk instalasi ulang Computer Software).

O ya, supaya lebih bersahabat ketika dipakai, Dell menyertakan Dock di desktop-nya. Panel ini memamerkan barisan icon ukuran besar—serupa shortcut—di sisi kiri pinggir layar. Namun, tempat ini dapat dipindahkan dengan teknik drag and drop dari desktop atau Start Menu.

BATERAI
Mini 12 datang standar dengan kemasan baterai Li-Ion 3-cell. Pada baterai tidak disematkan rating kapasitas. Namun menurut keterangan dari Dell, baterai ini dapat bertahan hingga 3 jam pemakaian.

Klaim itu dapat jadi benar, namun ada kriteria yang mesti dipenuhi. Yakni netbook mesti disetel dulu supaya menurunkan kinerjanya. Caranya lumayan mudah sebab dapat ditata melalui Power Options kepunyaan Windows (Current Power Plan). Jika hendak baterai bertahan lama, anda harus menurunkan kinerja, alias memilih modus Power Saver. Namun, andai mengutamakan kinerja, pilihlah modus High Performance yang lumayan menguras daya baterai. Atau pilihlah Balanced, yang menyeimbangkan daya tahan baterai dan kinerja.

Ketika kami gunakan pada modus Balanced guna mengetik pembahasan ini sambil memperhatikan lagu MP3 yang sedang di harddisk Mini 12 melewati Windows Media Player, baterai menyerah sesudah 2 jam 10 menit 4 detik. Sebenarnya masih tersisa 10 persen, alias 12 menit, namun netbook telah berkeras meminta daya segera dipenuhi ulang.

Pengujian melewati program Battery Eater 05 mengungkap daya tahan 1 jam 45 menit 56 detik pada modus Balanced. Program lain, Battery Meter yang memutarkan video nonstop, mencatatkan daya tahan yang selama 14 menit lebih lama pada modus Balanced: 1 jam 59 menit 42 detik. Namun anehnya, andai modusnya diturunkan ke Power Saver, daya tahan baterai menjadi 1 jam 48 menit 45 detik.

Baterai ini sendiri butuh waktu 1 jam 51 menit 55 detik guna kembali ke situasi 100 persen. Oh ya, bertolak belakang dengan banyak sekali netbook, Dell tidak mengemaskan indikator pengisian ulang baterai secara mandiri.

Indikator guna baterai disatukannya dengan indikator kedudukan netbook (on/off) yang terletak di sisi kanan atas, dekat engsel kanan. Kendati ukurannya kecil, tetapi sebab menyala putih terang, indikator ini lumayan mudah disaksikan dalam posisi apa pun—saat casing netbook dimulai maupun ditutup, asalkan anda tahu di mana mesti mencarinya. Saat daya baterai melemah, indikator bakal berubah warna menjadi merah, dan mati saat daya habis.

Slot SIMCARD
Di balik baterai, hampir tidak kelihatan, muncul sebuah slot SIMcard. Ya, mini 12 ini nantinya akan dapat mengajak kita berselancar di Internet melewati modem 3G HSDPA wireless broadband modem yang mempunyai sifat built-in. Jadi untuk merasakan Internet 3G atau GPRS dari operator seluler, kita bermukim dorong masuk kartu SIM operator dan melakukan sejumlah setting (tergantung operator).

Sayangnya pada unit uji kami, slot SIMcard yang terdapat ini melulu sekadar contoh. Maksudnya, slotnya tersedia, namun belum berfungsi. Kartu SIM bahkan nyelonong masuk dan terbit tanpa tergigit oleh pinggiran slot. Alhasil kami tidak dapat melanglang dunia may. Namun, menurut keterangan dari Dell, pada versi netbook yang meluncur mulai Februari mendatang kemudahan ini nantinya bakal dapat dipakai.

BOBOT
Kendati layarnya lebar, 12 inci, mini 12 ini ternyata tidak berat. Secara default (plus baterai 3-cell), bobotnya melulu 1,268 kg. Bila baterainya dilepas, bobotnya menjadi 1,1 kg.

Dell tampak lumayan matang mempersiapkan netbook-nya supaya enak dan nyaman diangkut ke mana pun. Sebab di samping enteng, adapternya yang menyatu dengan kabel juga ternyata enteng dan mungil. Penampilan adapter ini serupa adapter ponsel walaupun agak besar. Sayang kakinya melulu dua sampai-sampai kita mesti membawa converter.

Adapter ini bobotnya 178 gram. Jika semuanya anda bawa, (netbook + baterai 3-cell + adapter + converter), Dell Inspiron mini 12 masih tetap lumayan ringan dijinjing dengan mutu total 1,862 kg.

Dell Inspiron mini 12 ini memang lain dengan netbook lain. Lebih tipis, namun mempunyai layar dan keyboard yang lebar. Ketipisannya mengasyikkan saat dibawa-bawa, kendati ukurannya yang lebih lebar terdapat kalanya terasa tidak banyak mengganggu. Namun, ini terbayar lunas dengan kesenangan memandangi layarnya yang lebar dan bertindak di keyboard-nya yang pun lebar.

Adanya slot SIMcard, di samping fitur nirkabel Wi-Fi 802.11g, besok akan menyokong kelancaran ber-internet di mana saja dan kapan saja. Pendek kata, netbook ini sungguh cocok untuk mereka yang suka kepraktisan, keindahan, dan keserbagunaan, dan ogah diberi beban netbook yang berat.

Akan lebih baik lagi andaikata netbook ini tidak dibundelkan dengan Vista (walaupun kita dapat saja mengerjakan downgrade ke XP). Sebab prosesor Z530 yang digunakannya tidak cukup mendukung Vista, lagipula RAM-nya tidak dapat di-upgrade. Di samping itu, pilihan sistem operasi lain barangkali dapat menurunkan harga netbook yang lumayan mahal ini.

Kalau boleh usul, terdapat baiknya tempat SIMcard yang kini menuntut pelepasan baterai dialihkan ke tempat lain yang lebih gampang dijangkau. Misalnya ke unsur sisi kanan, sejajar dengan slot card reader. Usul lain, harddisk-nya diganti dengan yang lebih gegas dan besar.

PLUS: Layar dan keyboard lebar; jasmani tipis; slot SIMcard; ringan.

MINUS: Speaker mono; harga; slot SIMcard di belakang lokasi baterai; minim LED indikator; RAM tidak dapat di-upgrade.

Hasil Uji
Sebenarnya tidak cukup adil mencocokkan Dell Inspiron mini 12 ini dengan netbook lain, tergolong Lenovo IdeaPad S10. Sebab ada sejumlah hal yang berbeda: ukuran layar, jenis prosesor dan sistem operasi. Karena itu, perbandingan inilah ini hanyalah sekadar menyerahkan gambar kinerja. Namun bila ditilik skornya, netbook yang dipersenjatai Atom Z530 ini tidak cukup mendukung pekerjaan gaming.

Dell Inspiron mini 12 (Intel Atom Z530, RAM 1GB, Intel GMA500, 12,1”, Win Vista Home Basic)

(Intel Atom N270, RAM 1GB, Intel GME i945, 10”, Win XP Prof)

1 jam 59 menit 42 detik (Balanced); 1 jam 48 menit 45 detik (Power Saver)

 

 SKOR PENILAIAN

 

SPESIFIKASI Dell Inspiron mini 12

Prosesor : Intel Atom Z5301,6GHz (Cache Level 2 512KB, FSB 533MHz dan dukung hyperthreading)

Chipset : Intel Poulsbo

Harddisk    : Samsung 1,8” HS092HB Ulta-ATA 100 3600rpm 80GB

Optical drive : Tidak ada

Fasilitas       : LAN, Wi-Fi 802.11 g, Bluetooth, 3-in1 card reader, 3 USB, kamera Web 1,3 MP, port VGA, port Ethernet 10/100, jack mike, jack headhone

Dimensi          : 29,9 x 22,9 x (2,2-2,4) cm

Bobot   (termasuk baterai 3-cell): 1, 268 kg

Garansi : 1 tahun (baterai, suku cadang, ongkos)

Situs Web         : Media kisaran : 699 dollar AS

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *